I am an ENGINEER

Gambar

  Menjadi seorang engineer (baca insinyur/Ir.) awalnya bukanlah suatu pilihan. Belum pernah terbayangkan sebelumnya dalam hidup saya bahwa saya akan menjadi satu dari sekian banyak calon engineer di negeri ini. Sulit rasanya menggambarkan betapa kaburnya kehidupan sebagai mahasiswa teknik pada masa awal perkuliahan. Menjalani suatu profesi yang belum dimengerti sama sekali. Peralihan dari seorang siswa SMA menjadi seorang mahasiswa yang digembar-gemborkan sebagai agent of change, iron stock, dan social control itu (entahlah apa maksudnya). Kehidupan sebagai remaja ababil semasa SMA harus segera ditinggalkan jika tidak mau mati muda sebagai mahasiswa sengsara. Karena di awal perkuliahan pun saya sudah bisa merasakan betapa kerasnya hidup di dunia kampus.. weww

 Semuanya melelahkan, tugas-tugas, dosen-dosen yang menyebalkan, teman-teman yang ambisius dan bla bla bla… Semuanya menambah daftar keruwetan pikiran saya sebagai mahasiswa baru kala itu ( tahun 2011). Berada jauh dari orang tua, itu sih sudah biasa, sejak SMA saya sudah kost dan hidup jauh dari orang tua. Ya, meskipun tiap pekan pulang.. tapi yang ini berbeda, sekarang lebih jauh dan hanya pulang jika libur semester saja itupun tidak lama..😦

  Intinya berada di jurusan yang tidak terlalu diinginkan itu rasanya sesuatu banget,, tapi Tuhan itu maha adil saudara-saudara, yakinlah bahwa apa yang kita inginkan itu belum tentu baik untuk kita dan ada kalanya sesuatu yang kita benci justru menyimpan banyak hikmah yang sangat berarti untuk kita. Entah kenapa? Ada banyak hal yng secara nyata membuka mata saya bahwa keberadaan saya di sini, di jurusan ini, di Universitas ini, adalah benar-benar setting yang sempurna meskipun di awal sulit bagi saya untuk menerimanya.

 Untung saja ada mata kuliah yang membuat saya semangat belajar, yaitu mata kuliah yang berkaitan dengan ilmu hitung dan sejenisnya. Yaa namanya juga di teknik, yang beginian sudah pasti ada bahkan menjadi konsumsi harian kami sebagai mahasiswa teknik. Hingga beberapa waktu lamanya saya bertahan dengan modal keyakinan akan rencana Tuhan meskipun tak jarang saya harus meneteskan air mata demi melepas segala kepenatan dan tekanan yang muncul di sela-sela kesibukan. Sampai suatu masa dimana saya mengenal dosen yang luar biasa (bagi saya sih), dosen yang mampu membuka wawasan saya tentang dunia keteknikan dengan segala ke-amazing-annya. Dosen (sebut saja bu E) yang meskipun terlihat garang namun secara tidak langsung telah menanamkan kepada mahasiswanya prinsip-prinsip agar menjadi generasi penerus yang dapat diandalkan untuk kemajuan negeri ini. Beliau memang luar biasa, meskipun banyak rekan saya yang tidak suka dengan ketegasan dan kedispilan beliau, namun bagi saya beliau tetap luar biasa. Beliau telah membuat saya berani untuk berkata ‘I am an ENGINEER and Iam proud to be an ENGINEER’..

Terimakasih ya Allah, terimakasih Bu, meskipun kehidupan di teknik itu keras, meskipun kehidupan di teknik telah membuat saya jadi manliness, Saya akan tetap semangat!!

Saya akan berusaha untuk menjadi seorang engineer yang kelak bisa diandalkan untuk kemajuan negeri ini. Saya akan tetap berjuang hingga saya bisa lulus dari Teknik Kimia Universitas Sriwijaya ini dengan membawa ilmu yang benar-benar dapat saya aplikasikan setelah saya lulus nanti, bukan hanya jadi sarjana karbitan yang hanya pergi dari universitasnya dengan membawa selembar ijazah dengan nilai-nilai palsu tak bermakna sedangkan dalam pikirannya kosong dan tak tahu apa-apa.

Dan karena harapan itu selalu ada, saya akan terus berharap bisa menjadi yang terbaik di antara yang baik. SEMANGAT!!!

 

KESETIMBANGAN KIMIA (oleh Drs. Singgih Hartanto MSi)

Sebagian besar reaksi yang ada merupakan reaksi kesetimbangan, maka sangat penting untuk memahami tentang reaksi kesetimbangan. Dengan pemahaman reaksi kesetimbangan akan membantu untuk menyelesaikan perhitungan yang berhubungan dengan prinsip kesetimbangan kimia tanpa harus menghafalkan rumus seperti tentang pH asam dan basa lemah, hidrolisis, buffer, kesetimbangan kelarutan, pembentuka kompleks dll.

Suatu sistem dikatakan setimbang jika dua proses yang berlawanan terjadi dengan laju yang sama atau dengan kata lain tidak terjadi perubahan dalam sistem yang setimbang.

Salah satu indikator saat terjadi kesetimbangan adalah tidak terjadi perubahan konsentrasi semua komponen yaitu reaktan dan produk.

Sebagai contoh adalah pelarutan padatan, sampai pada titik laju padatan yang terlarut sama dengan padatan yang mengendap saat konsentrasi larutan jenuh tercapai (tidak ada perubahan konsentrasi)

Kesetimbangan kimia adalah penting untuk menjelaskan peristiwa yang banyak terjadi secara alamiah dan berperan penting dalam kaidah-kaidah pada  proses industri kimia.

 

Konsep Kesetimbangan

  • Pada keadaan kesetimbangan kecepatan  pembentukan produk  sama dengan kecepatan penguraian produk  (laju reaksi ke kanan = laju reaksi ke kiri).

Reaksi ke kanan :        A → B                Rate = kf[A].    kf : konstanta laju reaksi ke kanan

Reaksi balik        :        B → A                Rate = kr[B].     kr : konstanta laju reaksi ke kiri

  • Saat A bereaksi membentuk senyawa B, konsentrasi A berkurang sedangkan konsentrasi B bertambah.
  • Pada keadaan kesetimbangan

kf [A]           =     kr [B]

Laju reaksi          laju reaksi balik

ke kanan              ke kiri

  • Penulisan persamaan adalah

[B]/[A] = kf/kr = a konstan

  • Kedua proses terjadi pada kecepatan yang sama

A D B

  • Untuk memahami tentang konsep kesetimbangan kimia perhatikan pembahasan berikut ini.

Kesetimbangan Hidrogen-Iod dengan Hidrogen Iodida

Percobaan 1.

Masing-masing sebanyak 0,00150 mol H2 dan I2 dibiarkan bereaksi membentuk HI(g)

Konsentrasi H2(g) dan I2(g) akan berkurang sedangkan HI(g) bertambah hingga tercapai kesetimbangan semua komponen H2(g), I2(g) dan HI(g) konsentrasinya tidak berubah.

Reaksi ke depan: H2(g) + I2(g) → 2HI(g)

Reaksi balik: 2HI(g) → H2(g) + I2(g)

Penulisan reaksi kesetimbangan :  H2(g) + I2(g)  ⇌ 2 HI(g)

Setelah mencapai 0,00234 mol jumlah HI tidak berubah

Percobaan 2

Dimulai dengan pereaksi HI(g) murni dengan konsentrasi 0,0015 M, dibiarkan terurai membentuk H2(g) dan I2(g)  sehingga mencapai kesetimbangan.

Percobaan 3

Menggambarkan keadaan ketiga pereaksi dengan konsentrasi yang sama 0,0015 M , dibiarkan mencapai kesetimbangan.

Dari tiga percobaan diatas didapat suatu hubungan yang menunjuk pada angka numeris tertentu

Untuk menetapkan nilai tetapan diatas, tiga percobaan tersebut dilakukan berulang-ulang pada 445oC dan memberikan  hasil yang sama.

Contoh

  • N2O4(g) D 2NO2(g)

Kc = [NO2]2 / [N2O4] = (0.0172)2 / 0.00140 = 0.211

Konsentrasi awal dan kesetimbangan  (M) dari N2O4 and NO2 dalam fase gas pada  100oC adalah sbb:

Percobaan Konsentrasi awal (M) Konsentrasi pada kesetimbangan (M) Kc
N2O4 NO2 N2O4 NO2
1 0.0 0.0200 0.00140 0.0172 0.211
2 0.0 0.0300 0.00280 0.0243 0.211
3 0.0 0.0400 0.00452 0.0310 0.213
4 0.0200 0.0 0.00452 0.0310 0.213

Tetapan Kesetimbangan Kc

 

Untuk reaksi umum,

aA + bB + …    Û gG + hH + …

Rumus tetapan kesetimbangan berbentuk

 

 

Pembilang adalah hasil kali konsentrasi spesies-spesies yang ditulis disebelah kanan persamaan ([G], [H] …) masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien dalam persamaan reaksi yang setara (g, h …). Penyebut adalah hasil kali konsentrasi spesies-spesies yang ditulis disebelah kiri persamaan ([A]. [B] ..) dan  setiap konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien reaksinya (a, b, …). Nilai numerik tetapan kesetimbangan Kc sangat tergantung pada jenis reaksi dan suhu.

 

Contoh Soal

  • Tuliskan pernyataan kesetimbagan Kc untuk reaksi berikut :

(a)    2O3(g) D3O2(g)

(b)   2NO(g) + Cl2 D 2NOCl(g)

Jawab:

(a) Kc = [O2]3 / [O3]2

(b) Kc = [NOCl]2 / [NO]2[Cl2]

Hubungan Tambahan

Jika ada 3 reaksi berikut:

2SO2(g) + O 2(g) Û 2SO3(g)       Kc(a) = 2,8 x 102 1000 K

2SO3(g) Û 2SO2(g) + O2(g)        Kc(b) = 1/Kc(a) = 1/ 2,8×102

SO2(g) + ½ O2(g) Û SO 3(g)       Kc(c) = (Kc(a))1/2 = (2,8×102)1/2

Ringkasan

 

Dalam menentukan nilai Kc maka setiap persaman reaksi kimia harus disetarakan.

Jika persamaannya dibalik, maka nilai Kc dari persamaan yang baru adalah kebalikan dari persamaan aslinya

Jika koefisien dalam persamaan setara dikalikan dengan faktor yang sama, maka tetapan kesetimbangan yang baru adalah akar berpangkat faktor tetapan kesetimbangan yang lama

Konstanta kesetimbangan hanya bergantung pada stoikiometri, tidak dipengaruhi

oleh mekanisme.

 

Penggabungan Rumus Tetapan Kesetimbangan

  • Jika diketahui:

N2(g) + O2(g) Û 2NO(g)    Kc = 4,1 x 10-31

N2(g) + ½ O2(g) Û N2O(g) Kc = 2,4 x 10-18

  • Bagaimana Kc reaksi:

N2O(g) + ½ O2(g) Û 2NO(g)         Kc = ?

Persamaan diatas dapat digabungkan

N2(g) + O2(g) Û 2NO(g) Kc = 4,1 x 10-31

N2O(g) Û N2(g) + ½ O2(g)          Kc = 1/(2,4 x 10-18) = 4,2 x 1017

N2O(g) + ½ O2(g) Û 2NO(g)      Kc = ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tetapan kesetimbangan untuk reaksi bersih (Kc (net) adalah Kc(1) x Kc(2), hasil kali tetapan kesetimbangan untuk reaksi-reaksi terpisah yang digabungkan

 

Menghitung Konstanta Kesetimbangan.

Sering terjadi konsentrasi dari suatu reaksi kesetimbangan tidak diketahui. Namun jika konsentrasi salah satu spesies dalam system kesetimbangan diketahui maka dengan menggunakan persamaan reaksi yang ada, secara stoikiometri spesies yang lain dapat dihitung. Dengan tahapan berikut:

  1. Buat tabel konsentrasi awal dan kesetimbangan dari semua spesies yang diketahui dalam system kesetimbangan.
  2. Berdasarkan spesies-spesies dari kosentrasi awal dan kesetimbangan yang diketahui, hitung perubahan konsentrasi dalam system kesetimbangan.
  3. Gunakan stoikiometri reaksi untuk menghitung perubahan konsentrasi untuk semua spesies dalam kesetimbangan.
  4. Dari kosentrasi awal dan perubahan konsentrasinya, hitung konsentrasi dalam kesetimbangan. Nilai konsentrasi dalam kesetimbangan digunakan untuk menghitung konstanta kesetimbangan.

Contoh

 

  1. Suatu campuran dari  5.000×10-3 mol  H2 dan 1.000×10-2 mol  I2 ditempatkan dalam wadah 5 L pada  448oC dan dibiarkan mencapai kesetimbangan. Analisis dari campuran kesetimbangan menunjukkan konsentrasi HI adalah 1.87×10-3 M. Hitung  Kc pada 448oC reaksi berikut :

H2(g) + I2(g) D 2HI(g)

Jawab

  • Pertama, tabulasikan konsentrasi awal, perubahan dan kesetimbangan semua spesies dalam system setimbang seperti ditunjukkan pada tabel berikut:

Dalam contoh ini konsentrasi  H2 dan  I2 harus dihitung:

[H2]awal  = 5.000×10-3 mol /5.000 L = 1.000×10-3 M

[I2]awal  = 1.000×10-2 mol / 5.000 L = 2.000×10-3 M

Kemudian masukkan dalam tabel berikut:

H2(g)             +             I2(g)         D          2HI(g)

Awal 1.000×10-3 M 2.000×10-3 M 0 M
Perubahan
Kesetimbangan 1.87×10-3 M
  • Kedua hitung perubahan konsentrasi HI dengan menggunakan nilai awal dan kesetimbangan. Perubahannya adalah perbedaan antara nilai awal dan kesetimbangan yaitu  1.87×10-3 M.
  • Ketiga, gunakan stoikiometri dari persamaan reaksi untuk menghitung perubahan spesies yang lain. Dari persamaan kimia yang setimbang menunjukkan tiap 2 mol HI yang terbentuk membutuhkan 1 mol H2 dan 1 mol I2. Jadi jumlah H2 yang dibutuhkan adalah :

(1.87×10-3 mol HI / L ) (1 mol H2 / 2 mol HI ) = 0.935×10-3 mol H2 / L

Dengan cara yang sama karena perbandingan I2 dan H2 sama maka jumlah I2 yang

dibutuhkan adalah  0.935×10-3 M

  • Keempat, hitung konsentrasi pada kesetimbangan, gunakan konsentrasi awal dan perubahan konsentrasi. Konsentrasi H2 kesetimbangan adalah konsentrasi awal dikurangi konsentrasi yang dibutuhkan :

[H2] = 1.000×10-3 M – 0.935×10-3 M = 0.065×10-3 M

Konsentrasi I2 pada kesetimbangan :

[I2] = 2.000×10-3 M – 0.935×10 -3 M = 1.065×10-3 M

The completed table now looks like this:

H2(g)            +             I2(g)           D       2HI(g)

Awal 1.000×10-3 M 2.000×10-3 M 0 M
Perubahan – 0.935×10 -3 M – 0.935×10 -3 M 1.87×10-3 M
Kesetimbangan 0.065×10-3 M 0.065×10-3 M 1.87×10-3 M
  • Dari konsentrasi kesetimbangan masing-masing reaktan dan produk, gunakan persamaan kesetimbangan untuk menghitung konstanta kesetimbangan, Kc.

Kc = [HI]2 / [H2][I2] = (1.87×10-3)2 / (0.065×10-3)(1.065×10-3) = 51

Untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan kesetimbangan sebaiknya lakukan langkah diatas cukup  menggunakan tabel-tabel seperti pada contoh.

  1. 1 L tabung diisi dengan 1,00 mol H2 dan 2,00 mol I2 pada 448oC. Konstanta kesetimbangan Kc reaksi adalah 50,5.

H2(g) + I2(g) D 2HI(g)      Kc =  50.5.

Berapa konsentrasi H2 , I2 dan HI dalam tabung pada keadaan setimbang.

Jawab

    •  [H2] = 1.000M,  [I2] = 2.000 M,  [HI] = 0

H2(g)            +             I2(g)               D       2HI(g)

Awal     1.000 M      2.000 M          0 M
Perubahan     – x M      – x M         +2x  M
Kesetimbangan    (1.000 – x) M      (2.000 –x) M          2x M

Kc  = [HI]2 / [H2][I2] = (2x)2 / (1.000-x)(2.000-x) = 50.5

4×2 = 50.5(x2 – 3.000x + 2.000)

46.5×2 – 151.5 x + 101.0 = 0

Penyelesaian persamaan kuadrat :

x = -(-151.5) ± √(-151.5)2 -4(46.5)(101.0) / 2(46.5) = 2.323 atau  0.935

Substitusikan nilai  x = 2.323, kedalam pernyataan konsentrasi kesetimbangan , konsentrasi H2 dan  I2 bernilai negatif. Masukkan nilai  x = 0.935 diperoleh :

[H2] = 1.000 – x = 0.065 M

[I2]  = 2.000 – x  = 1.065 M

[HI] = 2x = 1.870 M

Cek kembali nilai yang diperoleh dengan memasukkan angka tersebut kedalam pernyataan Kc :

Kc = [HI]2 / [H2][I2] = (1.870)2 / (0.065)(1.065) = 51

Soal latihan

  1. Untuk reaksi NH3 ⇌ ½ N2 + 3/2 H2          Kc = 5,2 x 10-5 pada 298 K.

Berapakah nilai Kc pada 298 K untuk reaksi:       N2 + 3H2 ⇌ 2NH3

  1. Senyawa ClF3 disiapkan melalui 2 tahap reaksi fluorinasi gas klor sebagai berikut

(i)  Cl2(g) + F2(g)  ⇌  ClF(g) 

(ii) ClF(g) + F2(g)  ⇌  ClF3(g)

n  Seimbangkan masing-masing reaksi diatas dan tuliskan reaksi overallnya!

n  Buktikan bahwa Kc overall sama dengan hasil kali Kc masing-masing tahap reaksi ?

  1. Dekomposisi HI dipelajari dengan mengijeksikan 2,50 mol HI kedalam 10,32-L tabung pada 25oC.  Berapa [H2] pada kesetimbangan untuk reaksi berikut :

HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g) ;  Kc = 1.26 x 10-3.

Pustaka

Hill, Petrucci, Mc Creary, Perry, 2005, General Chemistry, Fourth Edition, Pearson Prentice Hall, New Jersey.

PLTN di Indonesia, CIYUZZ..??

 

Seperti yang  telah kita ketahui bersama bahwa persediaan energi dunia dalam bentuk bahan bakar fosil kian hari kian menipis. Bagaimana tidak, pertambahan jumlah populasi manusia yang tak terkendali tanpa diimbangi dengan penemuan sumber energi alternatif  baru yang efektif telah membuat sumber energi fosil (yang merupakan sumber energi tak terbarukan–unrenewable resource) tetap menjadi target konsumsi energi utama bagi manusia sehingga jumlahnya akan terus berkurang hingga pada suatu ketika akan menunjukkan angka nol (habis). Tentu akan sangat mengerikan apabila pada posisi ini manusia masih belum bisa berpaling dari sumber energi fosil atau setidaknya telah memiliki   sumber energi efektif lain untuk menyokong keberlangsungan kehidupan mereka di bumi. Jika demikian maka bukan tidak mungkin spesies manusia akan mengalami kepunahan.

Kebutuhan manusia akan sumber energi efektif yang terus-menerus menjadi latar belakang penemuan sumber-sumber energi alternatif baru yang sifatnya renewable atau terbarukan sebagai upaya mencegah terjadinya krisis energi saat persediaan sumber energi fosil sudah sangat tipis dan tidak dapat diharapkan lagi. Salah satu sumber alternatif itu adalah energi nuklir.

Energi nuklir (Nuclear energi) ini diperoleh dari reaksi inti unsur-unsur yang bersifat radioaktif (Exp: Uranium). Pada kenyataannya energi nuklir ini mampu menghasilkan atau menyediakan sumber energi yang sangat besar bagi manusia tanpa membutuhkan unit area yang luas seperti pembangkit- pembangkit energi lainnya. Hal inilah yang menarik dari energi nuklir.

Badan Tenaga Nuklir Nasional menyebutkan, berdasarkan statistik PLTN dunia tahun 2002, terdapat 439 PLTN yang beroperasi di seluruh dunia dengan kapasitas total sekitar 360.064 GWe (gigawatt electrical), 35 PLTN dengan kapasitas 28.087 MWe (megawatt electrical) sedang dalam tahap pembangunan. PLTN yang direncanakan untuk dibangun ada 25 dengan kapasitas 29.385 MWe. Kebanyakan PLTN baru dan yang akan dibangun berada di beberapa negara Asia dan Eropa Timur.

Kapasitas listrik yang tersedia di Indonesia saat ini 30.000 MWe yang memenuhi 60 persen wilayah Indonesia. Pada 2025 dibutuhkan sekitar 100.000 MWe sehingga Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan sebesar 70.000 MWe.

Pemenuhan itu kemungkinan hanya bisa didapat dari energi nuklir. Energi geotermal menghasilkan pasokan listrik sekitar 27.000 MW. Potensi sebesar itu tidak mungkin bisa dikembangkan seluruhnya atau hanya dapat terealisasi sekitar 9.000 MW.

Potensi energi makrohidropower yang dimiliki sekitar 75.000 MW dan realisasinya hanya 10.000 MW. Total dari gabungan kedua energi itu hanya menghasilkan 19.000 MW atau masih ada kekurangan pasokan sekitar 50.000 MW.

Jika menggunakan energi surya, pada kapasitas 1 GW perlu luas area 20 kilometer persegi. Satu panel surya berukuran 1 meter persegi hanya menghasilkan 50 watt listrik. Namun, jika menggunakan PLTN, satu unit yang menghasilkan 1.000 MWe hanya memerlukan 2 kilometer persegi area.

Dari data tersebut memang akan lebih menguntungkan apabila Indonesia memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk memenuhi kabutuhan energinya. Namun, di sisi lain banyak hal yang memang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memanfaatkan sumber energi ini di negara kita.

Sejarah kelabu berkaitan dengan pemanfaatan energi nuklir ini telah menjadi momok tersendiri bagi banyak negara di dunia khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Contohnya yang paling mengerikan adalah tragedi meledaknya reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina yang telah menyengsarakan banyak jiwa.

Pemanfaatan energi nuklir ini memang tidak mudah apalagi di Indonesia. Dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berkompeten untuk dapat menjalankan proses dengan baik, karena kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal. Banyak yang harus diperhatikan, mulai dari perancangan hingga pelaksanaan produksi yang harus disesuaikan dengan  standard K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan) Internasional.

Limbah dari proses reaksi inti di dalam reaktor nuklir, berupa zat-zat radioaktif, memerlukan perlakuan khusus tidak seperti limbah-limbah produksi yang lain. Betapa tidak, karena seperti kita ketahui bersama bahwa zat- zat radioktif ini dapat dengan mudah bereaksi (membentuk isotop-isotop serta melepaskan gelombang-gelombang tertentu ,exp: sinar alfa, betha, gamma, neutron, dsb) apabila terpapar sinar matahari. Beberapa dari gelombang tersebut sangat berbahaya apabila mengenai tubuh makhluk hidup karena sifatnya sebagai mutagen (agen penyebab mutasi). Mutasi genetik pada makhluk hidup yang diakibatkan oleh paparan gelombang-gelombang tersebut bukanlah mutasi yang sifatnya positif melainkan negatif, misalnya cacat, dan cacat ini dapat diturunkan.

Hingga saat ini cara penanganan limbah radioaktif yang diberlakukan secara internasional adalah dengan memasukkannya dalam tabung-tabung tebal anti korosif kemudian memendamnya dalam tanah pada kedalaman tertentu. Namun, hal ini sangat berbahaya apabila dilakukan di Indonesia yang secara geografis dilalui oleh tiga lempeng bumi yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan  lempeng Pasifik yang menyebabkan di Indonesia rawan terjadi gempa. Gempa yang terjadi dapat menyebabkan tabung-tabung limbah tersebut  bocor sehingga zat radioaktif yang ada di dalamnya terpapar keluar, seperti kejadian di Jepang beberapa tahun silam. Apabila hendak memendamnya di areal Negara lain yang dianggap aman dari gempa tentu akan repot lagi karena harus mendapat perizinan khusus dari pihak Negara yang bersangkutan, biaya pengangkutan dan penyewaan arealnya pun tentu tidak sedikit, juga dalam proses pengangkutannya ada banyak bahaya yang mungkin terjadi.

Untuk itu dapat diambil kesimpulan bahwa masih banyak hal yang yang harus diperbaiki dan dipersiapkan oleh Indonesia sebelum nantinya memutuskan untuk memanfaatkan energi nuklir

Perjalanan hidu…

Gambar

Perjalanan hidup itu tidak akan selalu mulus,,

Tidak akan,,

Akan selalu ada hambatan yang kadang membuat kita berpikir untuk menyerah menjalani hidup yang  sejatinya  adalah karunia agung dari yang  Maha Hidup..

Selalu ada rintangan dan cobaan, mulai dari kerikil- kerikil kecil yang tajam hingga badai angin yang mematikan,, beraneka ragam,, mulai dari cobaan berupa kesenangan hingga kedukaan,,

Namun, apalah yang bisa dilakukan oleh makhluk lemah seperti manusia,,

Bagaimanapun manusia tidak akan mampu menolak ketetapan Tuhan,, terima atau tidak,, Kita tetap akan mengalaminya,, suka atau tidak..

Ikhlas atau tidak, ridho atau tidak , semua tetap akan berjalan sesuai kehendak-Nya..

Tetapi ada satu hal yang harus selalu kita ingat bahwa mengeluh pun tidak akan menyelesaikan masalah yang ada,,

Ikhlas adalah jalan satu- satunya untuk tetap bisa bertahan menghadapi semua rintangan hidup yang hadir silih berganti,,

Dengan mengeluh,, bukan berarti masalah akan selesai dengan sendirinya,,

Keyakinan yang satu,, bahwa Tuhan tidak mungkin mendzalimi hamba-Nya..

Dan bahwa janji Allah adalah benar,, dan bukankah Allah bersama orang- orang yang sabar..

Dan bukankah setelah kesulitan itu ada kemudahan,, dan bukankah sesudah kesulitan itu ada kemudahan,,

Bangkitlah wahai jiwa,, tidaklah Tuhanmu akan menelantarkanmu dalam kesulitan dan sesungguhnya dibalik semua cobaannya ada kasih sayangnya yang  tiada terkira terhadap  hamba-  hamba- Nya..

🙂🙂🙂

“Yang Jujur Bakalan Ancur”, ??Siapa Bilang?

“Udahlah gk usah munafik!! kalau gk lulus baru tahu rasa!!”,, itu tadi sedikit kutipan kalimat yang biasa diucapkan oleh suatu kelompok yang bernama pecundang dalam rangka mengajak pihak yang ingin mencoba jujur saat ujian untuk mengikuti jejak mereka menjadi pecundang.

Di jaman yang serba modern ini, ungkapan ” orang yang jujur bakal ancur” sudah menjadi trend dikalangan masyarakat,, yang sangat memperihatinkan adalah bahwa sindrom aneh ini bukan sekedar menjangkiti orang- orang awwam yang buta pendidikan tetapi juga turut menjangkiti kalangan akademisi, pejabat- pejabat berdasi, para elite politik, dan masih banyak lagi yang  justru mereka notabene memiliki riwayat pendidikan yang bisa di bilang waww..

Tumpulnya pendidikan dari nilai- nilai moral di era ini sungguh telah memporak- porandakan kesejahteraan bangsa.

Kebiasaan tidak jujur telah membudaya dan mengakar di kalangan masyarakat kita. Entah sejak kapan dan dari mana sumbernya, yang pasti ini adalah PR kita bersama untuk sam- sama memperbaikinya.

Terkait masalah ungkapan ” orang yang jujur bakalan ancur!”, saya mempunyai cara pandang tersendiri. Menurut saya kata- kata itu tidak lain hanya keluar dari mulut orang- orang yang tidak siap terhadap tantangan hidup. Orang- orang yang sedang menumpulkan kemampuan dan skill– nya yang sejatinya tajam. Ketidaksiapan ini tidak lain muncul dari suatu sifat yang kita sebut ” Malas”. Sifat ini sangat sulit dihindari kecuali oleh orang yang memiliki niat dan keyakinan yang kuat.

Seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya bahwa ungkapan aneh di atas hanya akan keluar dari mulut orang- orang yang tidak siap lahir dan batin terahadap tantangan hidup yang ada. Yang harus kita garis bawahi di sini adalah kata “Tidak siap”, ketika kita secara individu tidak siap maka apapun itu bentuk bantuan yang berasal dari luar tidak akan bisa membuat kita menjadi siap secara individu. Justru sebaliknya akan membuat kita semakin ketergantungan kepada segala bentuk bantuan tersebut. Orang macam ini tidak akan bisa dibiarkan hidup mandiri, hidupnya hanya kan menjadi beban orang lain, mengganggu orang lain, dan lama- kelamaan akan membuat orang menjadi sebal dan benci padanya. Orang seperti ini tidak akan membawa manfaat di manapun dia berada, dan kita harus ingat bahwa konsep  kehidupan mengajarkan kita bahwa orang yang tidak bermanfaat bagi orang lain tidak akan bisa diterima di dalam masyarakat dan suatu saat dia akan hidup terasing dan kemudian punah–prinsip seleksi alam. Nah yang jadi pertanyaan adalah bisakah orang macam itu memberi manfaat bagi orang lain sedangkan dia tidak bisa sedikitpun bermanfaat bagi dirinya sendiri?? tentu kita semua tahu jawabannya –-it’s retorical question.

Memang banyak orang  semacam  ini merasa aman- aman saja degan tindak- tanduk mereka yang demikian, bahkan terus menerus membudidayakan hal tersebut dalam hidupnya yang omong kosong. Mereka mengira bantuan akan terus- menerus datang menyelamatkan hidupnya tanpa harus berusaha.. Eitsss,, hari gini amat sangaaat jarang–bahkan mendekati tidak ada, kalau istilah kalkulusnya limit— orang yang mau terus memberi tanpa ada timbal baliknya.

Ketidaksiapan orang macam ini akan membuat orang ini sibuk melakukan tipu daya, berbohong, dan berdusta.. Padahalkan sudah hukum alam bahwa ” sepintar- pintarnya manusia menyembunyikan bangkai akan tercium juga baunya”,,jadi cepat atau lambat tipu daya mereka  yang merugikan orang lain itu akan terbongkar dan hal itu akan membuat orang- orang menjadi benci, tidak percaya, dan menghujatnya habis- habisan. Kalau sudah begini para pecundang ini akan bilang “emang gue pikirin orang- orang pada benci sama gue yang penting gue heppi..”,,–hellooo, emang situ bisa hidup sendiri, hidup dijauhi orang serta diasingkan,,–haduh menderita– kalau posisinya gak salah sih gk masalah, tapi kalau salah ya hidupnya bakal tambah payah dan penuh rasa bersalah walaupun toh terus kamu tutup- tutupi,, mereka  kan tetap manusia yang sudah jadi hukum bahwa ketika melakukan kesalahan maka ia akan merasa takut,,–lain kalau malah merasa tidak bersalah sama sekali ##wahh kacauu berarti bukan manusia dong..

bisa kita bayangkan betapa menderitanya hidup orang yang tidak jujur–sebenarnya— tapi tentu saja mereka tidak menyadari hal itu sampai akhirnya lapuk termakan usia dan mati sebagai seorang pendusta. Yang paling kejam adalah lelakon membohongi diri sendiri ituloh saudara- saudara..##wah payah,, siapa sih di dunia ini yang mau dibohongi termasuk diri sendiri??

Lebih baik jujur, meskipun kadang harus bersusah- susah di awal tapi hasilnya akan memuaskan diri lahir dan batin,, membawa ketenangan hidup dan sikap berani apapun tantangan ayang akan dihadapi,, –-survival of fittest ‘yang kuatlah yang akan bertahan’..

so, masihkah Anda berpikir bahwa jujur itu bakalan ancur,,__up to you bro, life is choice’🙂

Aktivis Dakwah Kampus Itu?????

              Image                 Image                   

   Seorang aktivis dakwah bukanlah sekedar kumpulan wanita-wanita berjilbab lebar serta kumpulan laki- laki bercelana cingkrang atau menggantung. Saudaraku, sungguh bukan sekedar itu. Penampilan tidak lebih penting daripada akhlak atau perilaku yang seorang aktivis contohkan kepada masyarakat luas yang notabene masih ‘ammah’. Kadang seorang aktivis merasa cukup hanya dengan dengan jilbab lebarnya dan celana menggantungnya, merasa cukup karena bisa meng-update- status berbau islam di akun facebook yang entah copas dari mana, atau merasa puas dengan jenggot yang lebat atau dengan memakai jaket ala anak- anak LDF atau organisasi Islam lainnya. Sungguh bukan sekedar itu saudaraku.

Percuma apabila seseorang yang sudah beratribut layaknya seorang muslim yang kaffah. Namun, masih sangat buruk dalam menjaga tindak- tanduk serta sikapnya dalam kehidupan sehari- hari termasuk hubungan antara laki- laki dan perempuan yang pada hakikatnya Islam sangat memperhatikan hal itu. Karena kita harus sadar bahwa melalui aktivis Islam dapat berjaya dan karena aktivis pula Islam bisa hancur. Kita harus ingat bahwa sedikit saja fitnah terjadi di kalangan aktivis dapat menjadi senjata yang ampuh bagi orang-  orang kafir untuk menjatuhkan Islam.

Seorang aktivis dakwah kampus sebaiknya bukan hanya sibuk mengurusi kegiatan- kegiatan kajian atau pengajian saja. Sibuk syuro’ sana- sini, sibuk ceramah sana- sini. Tidak salah- salah, jilbab yang dipakai oleh kaum akhwatnya hampir menyentuh tanah, subhanallah. Bukan saya sirik atau melarang mereka berpakaian seperti itu, demi Allah bukan Saudaraku. Tapi ada hal yang sering saya alami yang membuat saya agak kecewa dengan beberapa atau bahkan banyak oknum berjilbab sangat lebar ini. Betapa tidak? mereka justru sering berbincang- bincang seputar ” ikhwan”– pujaannya ketika berkumpul dengan teman- temannya yang sejenis. Astaghfirullah,, sungguh kejadian seperti ini sangatlah marak di kalangan aktivis dakwah kita. Ini tentu merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kebanyakan aktivis yang justru dengan julukan ”alim” dari teman- temannya, menjadi lalai, angkuh diri, dan besar kepala. Bukannya sibuk memperbaiki amalan malah sibuk mencitrakan kebaikan dirinya dihadapan teman- temannya.

Yang lebih memperihatinkan lagi, tidak sedikit ” ikhwan wal akhwat yang jadi sering sms-an dengan alasan urusan organisasi”. Wallahu’alam, tapi yang jelas semua itu berpotensi merusak kesucian hati kita. Tidak hanya itu, keseringan syuro’ dengan lawan jenis juga tidak baik loh, apalagi kalau menejemen syuro’-nya kurang bagus atau bahkan buruk. Bukannya syuro’ malah banyak bercanda dan ketawa- ketiwi dengan nada yang  mendayu- dayu githu bikin lawan jenis jadi “gimana gitchu..!!”,,##STOP!!!

Akh, Ukh, Ana, Anti, Antum,, blaa..blaa..blaa # weleh- weleh???

Ditambah lagi seringnya pihak LDK mengadakan acara yang mengundang “para aktivis” ini. Hal itu sebenarnya  bagus, tapi, ada tapinya :))

Acara ini sangat sering mencampurkan antara si ikwan wal akhwat dalam satu ruangan tanpa hijab atau pembatas yang dapat menghindari atau setidaknya meminimalisir pandangan- pandangan haram.

waktu ditanya kenapa,  jawabnya ” susah dek kalau harus pake’ hijab segala, perlengkapan kita kan terbatas..”, kalau begitu kenapa tidak dipisah saja, acara ikhwan sendiri dan acara akhwat sendiri githu sehingga bisa lebih terjaga,,jawabnya ” susah cari pembicaranya dek”,, weleh..weleh, meneladani rasul kok setengah- setengah.

mungkin hal itu dianggap remeh oleh sebagian pihak, kita tidak menyadari bahwa Rasulullah pun mengatakan bahwa syahwat itu adalah nafsu yang sangat berbahaya apabila tidak dipelihara dan dijaga dengan baik serta hati- hati,,

Akibat yang ditimbulkan dari ber-ikhtilat  ini bisa jangka pendek atau jangka panjang,, bahkan bisa- bisa mengganggu atau mencemari niat kita,,##let’s correct it!!

Dengan tidak adanya hijab, sudah tentu peluang untuk saling pandang menjadi sangat luas,, setan akan dengan sangat mudah mengajak kita untuk sekedar tengok kanan, tengok kiri dan akhirnya —ssstttt– pas tengok ke arah ikhwan eh ternyata ada juga ikhwan yang sedang melihat ke arah kita– waduh bahaya– akhirnya saling pandang dwech,,pandangan yang pertama masih dimaklumi karena dianggap rahmat- ya kalau yang dilihat cakep kalau jelek?? :P– tapi kalau disengaja lain lagi ceritanya,,  tidak cukup sampai di situ,, si syaithan terus memprovokasi kita untuk melakukan pandangan yang kedua karena pandangan pertama dirasa nikmat,,–wess bubar!!

Apalagi kalau ada sesi tanya jawab,, biasanya kelakuan para JIL- Jaringan Ikhwan Lebay–, ketika ada akhwat yang bertanya atau menanggapi dengan isi pertanyaan atau tanggapan yang  cukup  berbobot,  si JIL ini seringnya pura- pura  mengucapkan takbir sambil nyengar- nyengir dengan maksud memuji pendapat atau pertanyaan si akhwat,, nah ada akhwat yang justru malu dengan pujian ini,, ehhh tapi ada juga loh yang seneng,, jadi di kesempatan- kesempatan selanjutnya si akhwat pun jadi sangat sering bertanya untuk sekedar di lihat si dia,,–kabuuuurrrrrr!!!

Dan masih banyak lagi kesalahan- kesalahan fatal yang dianggap remeh yang harus segera kita tanggulangi dan kita berantas!!!

Untuk itu, mari kawan- kawan -yang masih merasa aktivis serta merasa berkepentingan untuk mamperbaiki citra ummat Islam– kita sama- sama bahu membahu menuntaskan penyimpangan ini,, sedikit- demi sedikit pun jadi, semua berawal dari kita..

semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membuat kita untuk terus semangat melakukan perubahan,,

ALLAHUAKBAR!!!

HIDUP MAHASISWA,,!!!!

                                                           

“Soal Material Balance Praktikum Kimia Organik”

Direaksikan Na- Benzoat (C6H5COONa) murni sebanyak 6 ml dengan HCl pekat (1M) sebanyak 40 ml. Produk utama dari reaksi ini adalah Asam Benzoat (C6H5COOH) dan produk samping berupa NaCl dengan % error sebesar  45 %. Asam benzoat ini kemudian direaksikan dengan  etanol (C2H5OH) 70% sebanyak 15 ml. Sedangkan NaCl (Aqueous) dielektrolisis menggunakan elektrode C. Kemudian gas yang dihasilkan dari reaksi tersebut direaksikan dengan gas O2 sebanyak 5,6 L pada keadaan STP.

Diketahui Mr ; C6H5COONa(144 gr/mol); C2H5OH(46 g/mol)

Massa jenis  Na- Benzoat = 1,44 g/ ml

Diketahui SPGR :

Etanol = 0,790

Ditanya :

a)      Hitunglah massa masing- masing produk pada masing- masing reaksi.

b)      Buatlah tabel MB reaksi pertama

Jawab :

a)    Perhitungan MB

1)      Mol Na- Benzoat (C6H5COONa)

Massa Na- benzoat = 6ml x 1,44 g/ml = 8,64 g

Mol = n/Mr = 8,64 g/ 144 g/mol = 0,06 mol

2)      Mol HCl (1 M) 40ml

n = M x V = 1mol/ L  x 4 x 10-2L = 4 x 10-2 mol= 0,04 mol x 36,5 g/mol=1,46 g

3)      Reaksi 1(teori)

C6H5COONa +   HCl           ->  C6H5COOH +  NaCl

0,06 mol          0,04 mol                 –                   –

0,04 mol          0,04 mol           0,04 mol        0,04 mol

0,02 mol               –                       0,04 mol         0,04 mol

4)      Massa produk teori

C6H5COONa (sisa) = 0,02 mol x 144 = 2,88 g

C6H5COOH = 0,04 mol x 122 g/mol = 4,88 g

NaCl = 0,04 mol x 58,5 g/mol = 2,34 g

5)      Diketahui % error 45%

% yields =  % konversi = 100% – 45% = 55%

%konversi = (BBB/ 0,04 mol) x 100% = 55% à BBB = 0,55 x 0,04 mol = 0,022mol

6)      Reaksi 1 (praktek)

C6H5COONa +   HCl           ->    C6H5COOH      +    NaCl

0,060 mol          0,04 mol                 –                       –

0,022 mol          0,022 mol       0,022 mol        0,022mol

0,038 mol          0,018 mol       0,022 mol         0,022 mol

7)      Produk yang sesungguhnya dihasilkan

  • (C6H5COOH (P) / 0,04 mol) x 100% = 55%

C6H5COOH (P) = 0,55 x 0,04 mol =0,022 mol = 0,022mol x 122 g/ mol =2,68 g

  • (NaCl (P) / 0,04 mol) x 100% = 55% =0,05

0,55 x 0,04 mol = 0,022mol = 0,022mol x 58,5 g/mol = 1,29 g

  •  C6H5COONa (sisa)

0,038 mol = 0,038mol x 144 g/mol = 5,47 g

  • HCl (sisa) = 0,018 ml x 36,5 g/mol=0,66 g

8)      Mol etanol (C2H5OH)

m = V x % x 0,996 g/ml x SPGR = 15 ml x 0,7x 0,996 g/ml x 0,790 = 8,26 g

n = m/Mr = 8,26 g/ 46 g/mol =0,1796 mol

9)      Reaksi

C6H5COOH  +    C2H5OH          ->   C6H5COOC2H5   +  H2O

0,0220 mol      0,1796 mol                        –                      –

0,0220mol       0,0220mol               0,0220 mol            0,0220 mol

–                             0,1576mol               0,0220 mol             0,0220 mol

10)   Massa produk reaksi 2:

C2H5OH(sisa) = 0,1576 mol x  46  g/mol = 7,25 g

C6H5COOC2H5 = 0,0220 mol x 150 g/ mol = 3,3 g

H2O = 0,0220 mol x 18 g/mol = 0,396 g

11)   Elektrolisis Larutan NaCl

NaCl (Aq) à Na+ (Aq) + Cl (Aq)

Katode (C) : 2H2O (l)  + 2e-  -> 2OH(Aq) + H2(g)

Anode (C)  : 2Cl(Aq) -> Cl2 (g) + 2e-

2 NaCl (Aq) + 2H2O (l)  -> 2Na+ (Aq) + 2OH(Aq) + H2(g)  + 2Cl2 (g)

12)   Mol gas H2 = ½ mol NaCl= ½ x 0,0220 mol = 0,0110 mol

13)   Mol gas O2 (pada STP)

(n mol / 1) x 22,4 L = 5,6 L à n = 0,250 mol

14)   Reaksi 3

H2(g)               +      O2(g)                ->     H2O(g)

0,011 mol           0,250 mol                –

0,011 mol           0,011 mol           0,011 mol

–                              0,239 mol           0,011 mol

15)   Massa produk reaksi 3

O2 (sisa) = 0,239 mol x 32 g/mol = 7,65 g

H2O(g)   = 0,011 mol x 18 g/mol =0,198 g

b)             Tabel MB reaksi 1

Tabel teori

Nama Zat

Input

Output

Gr

%

Gr

%

Na- Benzoat 8,64 85,5 2,88 29,0
HCl (pekat) 1,46 14,5
Asam Benzoat 4,88 48,0
NaCl 2,34 23,0
10,10 100 10.10 100

Tabel praktek

Nama Zat

Input

Output

Gr

%

Gr

%

Na- Benzoat 8,64 85,5 5,47 54,2
HCl (pekat) 1,46 14,5 0,66 6,5
Asam Benzoat 2,68 26,5
NaCl 1,29 12,8
10,10 100 10.10 100
Kicau Favorit

kumpulan kicau favorit dari sebelah

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

Radiks Teknik Kimia's Blog

Welcome to Radiks Chemical Enginnering information

LDK FSI Nurul Jannah

Menuju keshalihan kaum intelektual

My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

journalistsociety

Journalist, Humanist, Socialist

keep it simple

imajinasi dan coretan

Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bawono: Menata Keindahan Dunia"

Tahaaduu Tahaabbuu Blog's

Semua penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib)

Liew267's Blog

coret moret

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Cahyaiman's Blog

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).