“Yang Jujur Bakalan Ancur”, ??Siapa Bilang?

“Udahlah gk usah munafik!! kalau gk lulus baru tahu rasa!!”,, itu tadi sedikit kutipan kalimat yang biasa diucapkan oleh suatu kelompok yang bernama pecundang dalam rangka mengajak pihak yang ingin mencoba jujur saat ujian untuk mengikuti jejak mereka menjadi pecundang.

Di jaman yang serba modern ini, ungkapan ” orang yang jujur bakal ancur” sudah menjadi trend dikalangan masyarakat,, yang sangat memperihatinkan adalah bahwa sindrom aneh ini bukan sekedar menjangkiti orang- orang awwam yang buta pendidikan tetapi juga turut menjangkiti kalangan akademisi, pejabat- pejabat berdasi, para elite politik, dan masih banyak lagi yang  justru mereka notabene memiliki riwayat pendidikan yang bisa di bilang waww..

Tumpulnya pendidikan dari nilai- nilai moral di era ini sungguh telah memporak- porandakan kesejahteraan bangsa.

Kebiasaan tidak jujur telah membudaya dan mengakar di kalangan masyarakat kita. Entah sejak kapan dan dari mana sumbernya, yang pasti ini adalah PR kita bersama untuk sam- sama memperbaikinya.

Terkait masalah ungkapan ” orang yang jujur bakalan ancur!”, saya mempunyai cara pandang tersendiri. Menurut saya kata- kata itu tidak lain hanya keluar dari mulut orang- orang yang tidak siap terhadap tantangan hidup. Orang- orang yang sedang menumpulkan kemampuan dan skill– nya yang sejatinya tajam. Ketidaksiapan ini tidak lain muncul dari suatu sifat yang kita sebut ” Malas”. Sifat ini sangat sulit dihindari kecuali oleh orang yang memiliki niat dan keyakinan yang kuat.

Seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya bahwa ungkapan aneh di atas hanya akan keluar dari mulut orang- orang yang tidak siap lahir dan batin terahadap tantangan hidup yang ada. Yang harus kita garis bawahi di sini adalah kata “Tidak siap”, ketika kita secara individu tidak siap maka apapun itu bentuk bantuan yang berasal dari luar tidak akan bisa membuat kita menjadi siap secara individu. Justru sebaliknya akan membuat kita semakin ketergantungan kepada segala bentuk bantuan tersebut. Orang macam ini tidak akan bisa dibiarkan hidup mandiri, hidupnya hanya kan menjadi beban orang lain, mengganggu orang lain, dan lama- kelamaan akan membuat orang menjadi sebal dan benci padanya. Orang seperti ini tidak akan membawa manfaat di manapun dia berada, dan kita harus ingat bahwa konsep  kehidupan mengajarkan kita bahwa orang yang tidak bermanfaat bagi orang lain tidak akan bisa diterima di dalam masyarakat dan suatu saat dia akan hidup terasing dan kemudian punah–prinsip seleksi alam. Nah yang jadi pertanyaan adalah bisakah orang macam itu memberi manfaat bagi orang lain sedangkan dia tidak bisa sedikitpun bermanfaat bagi dirinya sendiri?? tentu kita semua tahu jawabannya –-it’s retorical question.

Memang banyak orang  semacam  ini merasa aman- aman saja degan tindak- tanduk mereka yang demikian, bahkan terus menerus membudidayakan hal tersebut dalam hidupnya yang omong kosong. Mereka mengira bantuan akan terus- menerus datang menyelamatkan hidupnya tanpa harus berusaha.. Eitsss,, hari gini amat sangaaat jarang–bahkan mendekati tidak ada, kalau istilah kalkulusnya limit— orang yang mau terus memberi tanpa ada timbal baliknya.

Ketidaksiapan orang macam ini akan membuat orang ini sibuk melakukan tipu daya, berbohong, dan berdusta.. Padahalkan sudah hukum alam bahwa ” sepintar- pintarnya manusia menyembunyikan bangkai akan tercium juga baunya”,,jadi cepat atau lambat tipu daya mereka  yang merugikan orang lain itu akan terbongkar dan hal itu akan membuat orang- orang menjadi benci, tidak percaya, dan menghujatnya habis- habisan. Kalau sudah begini para pecundang ini akan bilang “emang gue pikirin orang- orang pada benci sama gue yang penting gue heppi..”,,–hellooo, emang situ bisa hidup sendiri, hidup dijauhi orang serta diasingkan,,–haduh menderita– kalau posisinya gak salah sih gk masalah, tapi kalau salah ya hidupnya bakal tambah payah dan penuh rasa bersalah walaupun toh terus kamu tutup- tutupi,, mereka  kan tetap manusia yang sudah jadi hukum bahwa ketika melakukan kesalahan maka ia akan merasa takut,,–lain kalau malah merasa tidak bersalah sama sekali ##wahh kacauu berarti bukan manusia dong..

bisa kita bayangkan betapa menderitanya hidup orang yang tidak jujur–sebenarnya— tapi tentu saja mereka tidak menyadari hal itu sampai akhirnya lapuk termakan usia dan mati sebagai seorang pendusta. Yang paling kejam adalah lelakon membohongi diri sendiri ituloh saudara- saudara..##wah payah,, siapa sih di dunia ini yang mau dibohongi termasuk diri sendiri??

Lebih baik jujur, meskipun kadang harus bersusah- susah di awal tapi hasilnya akan memuaskan diri lahir dan batin,, membawa ketenangan hidup dan sikap berani apapun tantangan ayang akan dihadapi,, –-survival of fittest ‘yang kuatlah yang akan bertahan’..

so, masihkah Anda berpikir bahwa jujur itu bakalan ancur,,__up to you bro, life is choice’ 🙂

Iklan

2 responses to this post.

  1. Sepakat… Hanya dengan Jujur kita bisa mendapatkan kepuasan lahir dan bathin… 🙂

    Balas

    • terimakasih atas kunjungannya,, mf jika tulisan- tulisan di blog sy msh sgt sdrhana,, untuk itu sy mhon masukkan dari rekan- rekan sekalian,,:)

      jgn kapok brkunjung y

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kicau Favorit

kumpulan kicau favorit dari sebelah

"MAS GURU"

Gurumu Sahabatmu

Radiks Teknik Kimia's Blog

Welcome to Radiks Chemical Enginnering information

LDK FSI Nurul Jannah

Menuju keshalihan kaum intelektual

My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

journalistsociety

Journalist, Humanist, Socialist

keep it simple

imajinasi dan coretan

Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bhawono: Menata Keindahan Dunia"

Tahaaduu Tahaabbuu Blog's

Semua penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib)

Liew267's Blog

coret moret

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Cahyaiman's Blog

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

%d blogger menyukai ini: