Aktivis Dakwah Kampus Itu?????

              Image                 Image                   

   Seorang aktivis dakwah bukanlah sekedar kumpulan wanita-wanita berjilbab lebar serta kumpulan laki- laki bercelana cingkrang atau menggantung. Saudaraku, sungguh bukan sekedar itu. Penampilan tidak lebih penting daripada akhlak atau perilaku yang seorang aktivis contohkan kepada masyarakat luas yang notabene masih ‘ammah’. Kadang seorang aktivis merasa cukup hanya dengan dengan jilbab lebarnya dan celana menggantungnya, merasa cukup karena bisa meng-update- status berbau islam di akun facebook yang entah copas dari mana, atau merasa puas dengan jenggot yang lebat atau dengan memakai jaket ala anak- anak LDF atau organisasi Islam lainnya. Sungguh bukan sekedar itu saudaraku.

Percuma apabila seseorang yang sudah beratribut layaknya seorang muslim yang kaffah. Namun, masih sangat buruk dalam menjaga tindak- tanduk serta sikapnya dalam kehidupan sehari- hari termasuk hubungan antara laki- laki dan perempuan yang pada hakikatnya Islam sangat memperhatikan hal itu. Karena kita harus sadar bahwa melalui aktivis Islam dapat berjaya dan karena aktivis pula Islam bisa hancur. Kita harus ingat bahwa sedikit saja fitnah terjadi di kalangan aktivis dapat menjadi senjata yang ampuh bagi orang-  orang kafir untuk menjatuhkan Islam.

Seorang aktivis dakwah kampus sebaiknya bukan hanya sibuk mengurusi kegiatan- kegiatan kajian atau pengajian saja. Sibuk syuro’ sana- sini, sibuk ceramah sana- sini. Tidak salah- salah, jilbab yang dipakai oleh kaum akhwatnya hampir menyentuh tanah, subhanallah. Bukan saya sirik atau melarang mereka berpakaian seperti itu, demi Allah bukan Saudaraku. Tapi ada hal yang sering saya alami yang membuat saya agak kecewa dengan beberapa atau bahkan banyak oknum berjilbab sangat lebar ini. Betapa tidak? mereka justru sering berbincang- bincang seputar ” ikhwan”– pujaannya ketika berkumpul dengan teman- temannya yang sejenis. Astaghfirullah,, sungguh kejadian seperti ini sangatlah marak di kalangan aktivis dakwah kita. Ini tentu merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kebanyakan aktivis yang justru dengan julukan ”alim” dari teman- temannya, menjadi lalai, angkuh diri, dan besar kepala. Bukannya sibuk memperbaiki amalan malah sibuk mencitrakan kebaikan dirinya dihadapan teman- temannya.

Yang lebih memperihatinkan lagi, tidak sedikit ” ikhwan wal akhwat yang jadi sering sms-an dengan alasan urusan organisasi”. Wallahu’alam, tapi yang jelas semua itu berpotensi merusak kesucian hati kita. Tidak hanya itu, keseringan syuro’ dengan lawan jenis juga tidak baik loh, apalagi kalau menejemen syuro’-nya kurang bagus atau bahkan buruk. Bukannya syuro’ malah banyak bercanda dan ketawa- ketiwi dengan nada yang  mendayu- dayu githu bikin lawan jenis jadi “gimana gitchu..!!”,,##STOP!!!

Akh, Ukh, Ana, Anti, Antum,, blaa..blaa..blaa # weleh- weleh???

Ditambah lagi seringnya pihak LDK mengadakan acara yang mengundang “para aktivis” ini. Hal itu sebenarnya  bagus, tapi, ada tapinya :))

Acara ini sangat sering mencampurkan antara si ikwan wal akhwat dalam satu ruangan tanpa hijab atau pembatas yang dapat menghindari atau setidaknya meminimalisir pandangan- pandangan haram.

waktu ditanya kenapa,  jawabnya ” susah dek kalau harus pake’ hijab segala, perlengkapan kita kan terbatas..”, kalau begitu kenapa tidak dipisah saja, acara ikhwan sendiri dan acara akhwat sendiri githu sehingga bisa lebih terjaga,,jawabnya ” susah cari pembicaranya dek”,, weleh..weleh, meneladani rasul kok setengah- setengah.

mungkin hal itu dianggap remeh oleh sebagian pihak, kita tidak menyadari bahwa Rasulullah pun mengatakan bahwa syahwat itu adalah nafsu yang sangat berbahaya apabila tidak dipelihara dan dijaga dengan baik serta hati- hati,,

Akibat yang ditimbulkan dari ber-ikhtilat  ini bisa jangka pendek atau jangka panjang,, bahkan bisa- bisa mengganggu atau mencemari niat kita,,##let’s correct it!!

Dengan tidak adanya hijab, sudah tentu peluang untuk saling pandang menjadi sangat luas,, setan akan dengan sangat mudah mengajak kita untuk sekedar tengok kanan, tengok kiri dan akhirnya —ssstttt– pas tengok ke arah ikhwan eh ternyata ada juga ikhwan yang sedang melihat ke arah kita– waduh bahaya– akhirnya saling pandang dwech,,pandangan yang pertama masih dimaklumi karena dianggap rahmat- ya kalau yang dilihat cakep kalau jelek?? :P– tapi kalau disengaja lain lagi ceritanya,,  tidak cukup sampai di situ,, si syaithan terus memprovokasi kita untuk melakukan pandangan yang kedua karena pandangan pertama dirasa nikmat,,–wess bubar!!

Apalagi kalau ada sesi tanya jawab,, biasanya kelakuan para JIL- Jaringan Ikhwan Lebay–, ketika ada akhwat yang bertanya atau menanggapi dengan isi pertanyaan atau tanggapan yang  cukup  berbobot,  si JIL ini seringnya pura- pura  mengucapkan takbir sambil nyengar- nyengir dengan maksud memuji pendapat atau pertanyaan si akhwat,, nah ada akhwat yang justru malu dengan pujian ini,, ehhh tapi ada juga loh yang seneng,, jadi di kesempatan- kesempatan selanjutnya si akhwat pun jadi sangat sering bertanya untuk sekedar di lihat si dia,,–kabuuuurrrrrr!!!

Dan masih banyak lagi kesalahan- kesalahan fatal yang dianggap remeh yang harus segera kita tanggulangi dan kita berantas!!!

Untuk itu, mari kawan- kawan -yang masih merasa aktivis serta merasa berkepentingan untuk mamperbaiki citra ummat Islam– kita sama- sama bahu membahu menuntaskan penyimpangan ini,, sedikit- demi sedikit pun jadi, semua berawal dari kita..

semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membuat kita untuk terus semangat melakukan perubahan,,

ALLAHUAKBAR!!!

HIDUP MAHASISWA,,!!!!

                                                           

Iklan

3 responses to this post.

  1. Posted by oedi on Juli 6, 2012 at 2:20 pm

    Hmm.. inget waktu masih kuliah dulu.. miris emang lihat yg seperti di sampaikan di atas… tapi begitulah faktanya, banyak dari kalangan Islam yang memahami ajaran agamanya tapi tidak sampa pada tingkat hakekat.. sehingga sering “keblinger” dalam menjalankan aqidah Islam….
    Semoga hal yang seperti ini bisa cepat berubah, sehingga Islam yang rahmatan lil `alamin dapat segera terwujud..

    Balas

    • yo’i mas,, kta mmg tdk bsa mnutup mta trhdap knyataan yg terjdi d kalangan aktivis dkwah sekrg,, kuantitas yg meningkat mau tdk mau mmbuat kualitas menurun,, dan ini kenyataan yg tdk bsa dhndari,,bnyk oknum2 yg memanfaatkn jln dkwh u/ kpntgan pribadi,,dn msh bnyk problematika lainnya,, semoga sj kita trmsuk org yg senatiasa mlakukn perbaikan k arh yg lebih baik,,
      hdup mahasiswa!!:)

      Balas

  2. Reblogged this on DandelionSunflower and commented:
    “Meneladani Rasul kok setengah-setengah… ” sebuah teguran yang baik 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kicau Favorit

kumpulan kicau favorit dari sebelah

"MAS GURU"

Gurumu Sahabatmu

Radiks Teknik Kimia's Blog

Welcome to Radiks Chemical Enginnering information

LDK FSI Nurul Jannah

Menuju keshalihan kaum intelektual

My Blog My Real

Sebuah Catatan Perjalanan Mengejar Mimpi

journalistsociety

Journalist, Humanist, Socialist

keep it simple

imajinasi dan coretan

Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Un2kmU

semuanya hanya untukmu...

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bhawono: Menata Keindahan Dunia"

Tahaaduu Tahaabbuu Blog's

Semua penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib)

Liew267's Blog

coret moret

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Cahyaiman's Blog

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

%d blogger menyukai ini: